Minggu, 30 Januari 2011

Apaan ini

Judul itu, judul itu hal terakhir..
judul itu kadang membuatku bingung, judul, ya karena judul itulah kita jadi terpaku..

mungkin kalo menurut beberapa pendapat orang, orang yang gak punya judul itu berarti dia gak punya pendirian sama sekali, atau istilahnya "ikut alur', tapi itu kan terlalu simpel.

Ada juga yang berpendapat begini, "kalo gak punya judul berarti masih bingung menentukan", nah kalo kondisinya begini kan berarti bisa jadi si pengambil keputusan itu bingung karena berbagai alasan, mungkin ia melihat suatu kemungkinan lain yang bisa jadi lebih menguntungkan dari tawaran judul pertama.

nah, aku lebih setuju sama pendapat yang kedua, walau emang berat tapi kali ini harus bisa semua biarpun setitik, kalo ntar udah dapet salah satu nah kan bisa dikembangkan.

intinya aku gak mau mikir monoton, ntar takutnya jadi budak oleh pihak lain yang lebih tau mengenai hal lain.
jadi sekarang saatnya mencoba berkembang dan bereksperimen hal-hal baru !



Jumat, 28 Januari 2011

You are

Kamu ?
Kamu itu siapa ? kamu itu teman saya kan ? mungkin kata mereka iya, kata orang itu, kata bibik bibik sekitar juga iya. tapi kenapa kadang jadi tidak menarik ? kamu sering terlihat weird, terlihat tidak tepat pada suatu kondisi yang biasa saja, juga kamu sering gugup gugupan melihat sesuatu yang mungkin terlihat sederhana. mungkin juga jadi gambaran saya yang gak jauh beda dari kamu friend, itulah mengapa kita jadi cocok.

Kamu itu teman saya, saya anggap kamu sebagai teman yang baik, kamu juga pasti menganggap saya teman kamu yang baik karena kita sering pergi berdua, sharing berdua, beli udutan berdua, dan kencing juga berdua (kalo lagi kebelet). tapi kok kayak tidak tepat, saya bilang begini, kamu belum tentu bilang begini juga.

Kamu itu begini ya, saya tidak bisa menulis tentang kamu, kamu itu teman baik saya. teman macam apa saya yang menjelek-jelekkan temannya sendiri. kamu itu lebih "aman" dari teman-teman yang lain, gak macem-macem, peduli sama masa depan, sering mengajak saya ke kegiatan yang positif.

Saya itu sebenernya pengen curhat sama kamu, kamu itu asik man, tapi maaf sebelumnya, sebenernya saya kurang senang melihat gaya kamu kalo mengambil keputusan dalam bicara, kamu itu terlalu menganggap kamu itu lebih tau, padahal sebenernya yang kamu omongin itu salah bro *haha*. jadi saya bingung kalo mau denger pendapat kamu, saya takut jadi sesat,. maaf man, kamu itu terlalu tidak enak kalo dibuat kecewa.

Sebenernya banyak yang mau saya ceritain tentang kamu, tapi ya ah, sudahlah, gak ada yang sempurna di bumi ini, kalo mau liat ya berkaca aja di cermin.

Selasa, 20 April 2010

Nyanyian Sonata


Mata yang terbang.
pikiran yang hilang.
angan yang entah.
melihat indah kehidupan yang abstrak
hidup yang indah
bertautan indahnya alunan simpfoni yang merasuk
meresap tak terbayangkan.

ingin menggapai tak tergapai
ingin kupeluk namun tak terpeluk
dalam sebuah buaian indah yang sejuk
dingin, indah, sunyi, .

namun.
kemudian hilang dan tak bergambar.
hilang sebuah gambar itu.
kosong..

kutertinggal ditinggal.
dengan cepat menusuk.
alunan cepat tak terkejar,bayangan sunyi yang hilang.
meninggi dan berubah dengan cepat,
semua mengejar, ku berlari, semakin mengejar, cepat.
dapatkah ? sudahkah ?
adakah yang tau ?

adakah bayangan yang tergambar.
ku ingin lihat gambar itu.
adakah yang bisa menggambarnya ?
karena ini begitu indah.

saat ini bertanya "apa itu hari esok ?"
dan menjawab "tak tau.."
biar semua menjadi misteri, seni, dan abstrak..
layaknya sebuah jiwa kecil yang jujur menjawab segala rasa.

tak ada gambar,
tembok menutupi mata dan otakku.
semua seakan tak ingin terencana.
ku hanya ingin menggambar isi hati.
melihatnya, dan ku buka indahnya sebuah jiwa dan karsa.
kutulis disebuah melodi.
dan semua bersonata terikat dua hati yang menyatu.
wajah penuh senyum.
riang dan sorak sorai.

namun..
hari ini pun bertanya "apa itu kesedihan dan perpisahan ?"
dan menjawab "sebuah hati yang bisu".

dan ku hanya ingin menuliskan gambaran sebuah ketakmengertian.
menggambar hati.
dalam bahasa berbeda..

.primawirawan

Minggu, 28 Februari 2010

Mati Lampu

Aku ingin berguna
Ketika waktu tlah kubunuh
dan segala puing- puing bekas yang jatuh tak dapat lagi kuambil
Aku ingin bermanfaat di malam hari
saat siang hari ku hanya mendapat ampas kebodohan,
tapi, udara dan angin mengubah seketika jiwa yang terombang- ambing berharap mendapatkan arti dari suatu hari


Mendapat nafas dari sepinya malam yang diisi oleh orang- orang yang tidur
Ku terperanjak
Terdiam berhadapan dengan gelap malam
Gelap, sunyi, kosong tiada arti
Tak dapatkah kau berikan arti malam ini walau hanya sebutir nasi wahai cahaya ?
Kau buat gelap malam yang telah gelap,
ditambah kebodohan gelap yang menutup segala harapan di malam ini ?

Aku tak berguna
Aku menjadi sia- sia
Aku dan aku yang menjadi sampah malam
Kaku dan bisu ditindas pesimisme hal yang tinggi jauh

Hanya berharap
Ia kembali dapat terulang dan bertambah banyak
Tapi semua,
angan- angan,
yang tertutupi penyesalan atas yang telah lalu.

Jumat, 12 Februari 2010

Not Yet


I got everything in my life..

Segalanya, hingga saat ini, ada seperti itu..
Masa lalu dan pengalaman tak ternilai, menutup semua kemewahan mesin pencetak uang para manusia sempurna..

Kukejar dunia hingga tak bersisa. tapi apalah daya seorang yang tak berguna ? diam menyendiri tanpa seorang yang dapat mengerti. Kulihat bintang terang tak henti- hentinya di tiap malam, kupegang, dan akhirnya tumbang, semua berakhir hingga rasa yang hilang..

Menetes air di pipi bagi seorang pecundang, yang tak ubahnya seperti seorang petualang yang tak pernah memiliki tempat untuk singgah. seorang pengembara yang ingin keliling dunia tapi tak memiliki tas perlengkapan. angan- angan yang terbangun..

Indah terasa tangan tertampak di sebuah renungan yang terus mendalam, air laut masuk kedalam angan- angan seorang pecinta alam. dan segalanya menjadi sebuah organisasi kehidupan yang kompleks.
Memahami dunia yang terasa tak lebih luas dari 4 kali persegi panjang.
aneh. tak terbayangkan hal yang aneh. hal yang tak pernah masuk akal. hingga masuk kedalam ubun ubun kepala yang tak lebih besar dari sebuah bola kelereng.

Langit indah. cahaya surya. dingin malam . panas siang.
gerhana matahari ? ataukah gerhana bulan ?
dua dunia yang berbeda di dalam satu keranjang ?
amazing...

"nafsu besar tenaga kurang".
hilang tenaga oleh besarnya nafsu.

Bila kiranya ingin menguasai dunia, janganlah takut tak miliki apa- apa..
apa itu benar ? bohong !
hitler ? mimpinya ? hancur !

Naik dan turun. ah ! sudahlah.. tak ada hasilnya bila tak konsisten..
tapi apakah aku akan tahan dengan hidup yang monoton ? melihat ke"norak"-an saja aku mau muntah !

Aku tak butuh pengaruh dunia. dunia yang ada dalam pengaruhku !
injak kesombongan dan "muka dua" ! mereka tak lebih dari sekedar tikus curut yang mengaku kuda unicorn !

Perhatian ? aku tak butuh perhatian,
aku butuh pengertian dan tindakan !

.primaviciousrotten

*pictures from http://www.poppingbubbles.net/wp-content/uploads/2009/04/world_in_hand.jpg

Sabtu, 30 Januari 2010

First from Broken Bastard


Johnny Rotten ? he said "you need me, i don't need you"

Gangguan terhadap apa yang menjadi suatu hal yang sangat menyebalkan dalam setiap cemerlangnya suatu hari adalah suatu benda atau hal menyebalkan yang pernah saya alami dalam hidup ini. Pernah orang bercerita bahwa, setiap waktu tidak akan sama sikap setiap orang, entah itu menjadi hal benar atau tidak saya tak mengetahuinya. Karena apa, karena jawaban sederhana dan membosankan yaitu saya hanyalah seorang mahasiswa yang tak sempurna.


Selalu kupikirkan setiap hal yang menjadi tolak kemajuan dalam hidup ini, baik buruk ataupun dapat membuat menjadi baik. tapi yang saya dapat adalah suatu pelajaran berharga dari setiap masalah yang telah dialami, karena memang suatu pengalaman adalah guru yang paling baik daripada mendengarkan dosen yang mengajar setiap hari :).


Jujur saja hari ini adalah hari dimana saya menulis blog ini dengan rasa tenang dan tanpa emosi yang membara, walaupun terlihat sepele atau membosankan, tapi saya telah berusaha untuk membuat serileks mungkin. Yang terbersit dibenak saya terhadap suatu hal ini adalah pikiran saya yang selalu mengambang- ngambang entah kemana, ingin ini ingin itu yang tak pernah berujung. Sebenarnya bukannya tak konsisten, tapi banyaknya keinginan yang mungkin membuat segala sesuatu menjadi ter-split, sehingga membuat bingung akan hal mana yang harus segera dipikirkan.
Kalau saja si isp sapidi itu tak jadi begini, pasti udah buka notepad :). Perasaan tenang menjadi hal yang sangat enak dikala segalanya menjadi lepas dan tanpa perasaan yang membelenggu. menarik. simple !.
Sehari yang lalu nilai semester telah keluar, dan rasanya terlalu lama jika dibandingkan dengan fakultas lainnya. Tapi intinya saya juga tak terlalu terkejut melihat, dan juga tak terlalu sedih bila melihatnya, dengan rasa yang sedang- sedang saja serta nafas yang santai saya lihat begitu saja. motivasi ? motivasi apa ? semester yang lalu sudah pernah terjadi motivasi- motivasi bullshit yang telah dilakukan, baik dari diri sendiri maupun golongan teman sekampus. hasilnya ? sama dan keberuntungan. Dan yang menjadi pertanyaan mengapa bisa terulang kembali ? bahkan IP semester saya saat ini dan semester yang lalu sama persis hanya selisih 0,99 !
Perasaan yang sama terasa saat melihatnya, rasa sedih dan menyesal yang manusiawi. Tapi apa gunanya menyesal ? tak akan pernah sekalipun masa lalu dapat kembali ! yang ada hanya di film Hollywood !. yang berbeda adalah aura itu tersendiri, aura yang berbeda karena saya telah mengetahui hasilnya yang terlihat dalam kehidupan yang telah dialami.

Jadi yang menjadi hal adalah kehidupan dan cara hidup. itu salah satu opini diri saya seorang selama ini. Jujur saja saya sudah merasa bosan akan hal untuk mengejar sebuah nilai, saya merasa nilai semakin jauh saat kupikir untuk mengejar dan semakin menyakitkan saat ia menjauh dari harapan yang sangat diharap- harap dan dipuja- puja dengan berbagai cara. Suka hidup ditindas ? buat ia mengejar kita, mungkin hal yang klasik, tapi sedikit diubah konsep dengan cara sendiri, do it in my way ! dengan memperbaiki cara "bermain".
Saat ini sudah jam 1 dini hari, dan saya bukanlah seorang penulis ataupun blogger yang baik, yang ada hanyalah kesalahan dan koreksi atas setiap kehidupan yang pernah dijalani.

"Berharaplah memiliki semangat yang tinggi dalam belajar dan tau serta bisa terhadap segala hal yang dipertanyakan daripada sekedar mengharapkan nilai A dengan otak kosong ! karena usaha dan pengetahuan adalah sesuatu kebanggaan bagi diri sendiri dan lebih mulia dihadapan Allah swt"
*quotes by myself =)

Sabtu, 19 Desember 2009

Realita dan Rasa malu



Realita dan rasa malu..
mengapa bisa saling berhubungan..
sepintas terlihat seperti kisah keterhubungan dan penyesuaian...
antara hal yang biasa terlihat dalam kehidupan sehari- hari...

realita..
jikalau berbicara tentang realita..
pasti tertunjuk kepada hal yang nyata..
hal yang biasa terjadi dan tak bisa dipungkiri..
serta menjadi suatu bagian kehidupan yang lazim..
seperti sebuah kata yang mencerminkan suatu keadaan..
suatu keadaan yang mungkin nyata..
berhubungan dengan sekitar..
serta menjadi sebuah tanda tanya sendiri..
yang kadang dianggap sebagian orang sebagai hal yang mungkin tak patut untuk didapatkan..
tak patut untuk diterima..
walau kadang kondisi memang mengharuskan sepeti itu..

dikala sebuah kesedihan dan kegundahan hati..
menjadi puncak dari segala- galanya..
menjadi hal yang menyebabkan kondisi yang bertolak belakang..
terhadap persepsi masing- masing orang..
yang menjadi sebuah tolak ukur kelayakan..
kelayakan yang terjadi antara satu dan yang lainnya..

realitalah yang terjadi..
manusia memang memiliki banyak perbedaan..
manusia adalah makhluk yang paling kompleks...
jika dibandingkan dengan segala makhluk lainnya...

memang perbedaan bukanlah satu- satunya alasan untuk perpecahan..
walau kenyataan terlihat sedemikian rupa..
perbedaan haruslah disatukan..
walaupun terlihat sangat sulit untuk disatukan..
apakah semua manusia sama?
kalau sama sudah pasti mudah untuk menyatukannya..
tapi dalam kenyataannya setiap manusia itu berbeda..
maka dari itu haruslah terlihat sebuah seni untuk menyatukan..

tapi bagaimana jika 1 perbedaan menjadi pemecah untuk persatuan yang banyak?
walau dengan embel- embel perjuangan terhadap oknum- oknum tertentu yang sangat berjasa karenanya..
ada pepatah mengatakan bahwa..
"karena nila setitik maka rusaklah susu sebelanga"
dalam hal ini bukan menjadi permasalahan untuk menyalahkan satu orang..
tapi bagaimana cara ia untuk menerima suatu realita yang telah terjadi yang mungkin bukan kehendaknya..
apakah semua yang kita kehendaki harus terpenuhi?
jika semua yang terlibat dengan diri kita tak ingin ikut dijalan kita?
jika itu terjadi, maka kemungkinan besar hancurlah oknum yang banyak hanya oleh satu orang saja..
tanpa pertanggungjawaban..

apakah semua diatasnamakan dendam?
apakah dendam akan membuat semuanya menjadi lebih menyukainya?
hati tak dapat diubah..
hati bukanlah hal fisik..
tapi adalah hal yang murni..
semua tak perlu pertumpahan darah..
yang mungkin hasilnya tak akan sebanding dengan hal yang didapat..

yang dibutuhkan hanyalah pengertian..
yang dibutuhkan adalah keberanian menghadapi realita..
koreksi diri!
dan rasa malu!
lihat kebelakang..
hal apa yang dapat membuat begitu banyak yang tak menyukainya..
malu untuk menjadi anak kecil yang hanya menuruti hawa nafsu..
tanpa dipikir penyebab terjadinya sesuatu..

kita telah dewasa..
dan cukup usia untuk menyelesaikan segala permasalahan..
dengan akal sehat dan kepala dingin..

semua adalah keputusan bersama..
yang harus dihadapi dengan lapang dada..
bukan dengan rasa dendam yang tak berujung..
merasa dirugikan?
apa ia tak berfikir bahwa ku pernah mengalami hal yang sama?
kala dulu ia masih tertawa riang..
kala ia dulu dengan rasa sombongnya menganggap rendah segala yang rendah?
orang yang rendah dan terbuang waktu itu adalah aku!
akulah yang semakin tertinggal dikala ku tak memiliki apa- apa..
ku hanya bisa menerima apa yang telah diputuskan..
oleh banyak orang..

ego 1 orang tak berarti bila dibandingkan dengan banyak orang..
dan ku hanya bisa menerima..
dan mengkoreksi diri atas sesuatu yang dulu pernah kubuat..
dendam? atau pertumpahan darah?
semua tak ada dalam kamusku..
karena ku memiliki rasa malu..
malu terhadap diri sendiri..
malu terhadap pancingan hawa nafsu yang tak berujung..
ku hanya melihat kenyataan..
dan berjuang dalam hal positif..
yang akhirnya membuahkan hasil..
karena oranglah yang menilai kita seperti apa..
bukan diri kita sendiri...

ingatlah realita dan kendali diri..
hawa nafsu dan rasa malu..
karena orang yang menilai kita..
baik ataupun buruk tergantung dari sikap kita terhadap orang lain..
dendam, iri, dan dengki tak ada gunanya..
karena hati orang tak dapat diubah dengan kebencian..

sikap adalah koreksi terbaik..
sadar diri.!
rendah hati!
sikap sombong sangat dibenci orang lain!

seorang pemimpin besar..
turun dari tahtanya karena rakyat yang menilai..
walaupun sejuta pengorbanan telah ia lakukan sebelumnya..
tapi siapa yang menilai?
walau ia pikir ia yang terhebat..
apalah arti satu pendapat..
bila dibandingkan dengan sejuta pendapat!
*__!