Realita dan rasa malu..
mengapa bisa saling berhubungan..
sepintas terlihat seperti kisah keterhubungan dan penyesuaian...
antara hal yang biasa terlihat dalam kehidupan sehari- hari...
realita..
jikalau berbicara tentang realita..
pasti tertunjuk kepada hal yang nyata..
hal yang biasa terjadi dan tak bisa dipungkiri..
serta menjadi suatu bagian kehidupan yang lazim..
seperti sebuah kata yang mencerminkan suatu keadaan..
suatu keadaan yang mungkin nyata..
berhubungan dengan sekitar..
serta menjadi sebuah tanda tanya sendiri..
yang kadang dianggap sebagian orang sebagai hal yang mungkin tak patut untuk didapatkan..
tak patut untuk diterima..
walau kadang kondisi memang mengharuskan sepeti itu..
dikala sebuah kesedihan dan kegundahan hati..
menjadi puncak dari segala- galanya..
menjadi hal yang menyebabkan kondisi yang bertolak belakang..
terhadap persepsi masing- masing orang..
yang menjadi sebuah tolak ukur kelayakan..
kelayakan yang terjadi antara satu dan yang lainnya..
realitalah yang terjadi..
manusia memang memiliki banyak perbedaan..
manusia adalah makhluk yang paling kompleks...
jika dibandingkan dengan segala makhluk lainnya...
memang perbedaan bukanlah satu- satunya alasan untuk perpecahan..
walau kenyataan terlihat sedemikian rupa..
perbedaan haruslah disatukan..
walaupun terlihat sangat sulit untuk disatukan..
apakah semua manusia sama?
kalau sama sudah pasti mudah untuk menyatukannya..
tapi dalam kenyataannya setiap manusia itu berbeda..
maka dari itu haruslah terlihat sebuah seni untuk menyatukan..
tapi bagaimana jika 1 perbedaan menjadi pemecah untuk persatuan yang banyak?
walau dengan embel- embel perjuangan terhadap oknum- oknum tertentu yang sangat berjasa karenanya..
ada pepatah mengatakan bahwa..
"karena nila setitik maka rusaklah susu sebelanga"
dalam hal ini bukan menjadi permasalahan untuk menyalahkan satu orang..
tapi bagaimana cara ia untuk menerima suatu realita yang telah terjadi yang mungkin bukan kehendaknya..
apakah semua yang kita kehendaki harus terpenuhi?
jika semua yang terlibat dengan diri kita tak ingin ikut dijalan kita?
jika itu terjadi, maka kemungkinan besar hancurlah oknum yang banyak hanya oleh satu orang saja..
tanpa pertanggungjawaban..
apakah semua diatasnamakan dendam?
apakah dendam akan membuat semuanya menjadi lebih menyukainya?
hati tak dapat diubah..
hati bukanlah hal fisik..
tapi adalah hal yang murni..
semua tak perlu pertumpahan darah..
yang mungkin hasilnya tak akan sebanding dengan hal yang didapat..
yang dibutuhkan hanyalah pengertian..
yang dibutuhkan adalah keberanian menghadapi realita..
koreksi diri!
dan rasa malu!
lihat kebelakang..
hal apa yang dapat membuat begitu banyak yang tak menyukainya..
malu untuk menjadi anak kecil yang hanya menuruti hawa nafsu..
tanpa dipikir penyebab terjadinya sesuatu..
kita telah dewasa..
dan cukup usia untuk menyelesaikan segala permasalahan..
dengan akal sehat dan kepala dingin..
semua adalah keputusan bersama..
yang harus dihadapi dengan lapang dada..
bukan dengan rasa dendam yang tak berujung..
merasa dirugikan?
apa ia tak berfikir bahwa ku pernah mengalami hal yang sama?
kala dulu ia masih tertawa riang..
kala ia dulu dengan rasa sombongnya menganggap rendah segala yang rendah?
orang yang rendah dan terbuang waktu itu adalah aku!
akulah yang semakin tertinggal dikala ku tak memiliki apa- apa..
ku hanya bisa menerima apa yang telah diputuskan..
oleh banyak orang..
ego 1 orang tak berarti bila dibandingkan dengan banyak orang..
dan ku hanya bisa menerima..
dan mengkoreksi diri atas sesuatu yang dulu pernah kubuat..
dendam? atau pertumpahan darah?
semua tak ada dalam kamusku..
karena ku memiliki rasa malu..
malu terhadap diri sendiri..
malu terhadap pancingan hawa nafsu yang tak berujung..
ku hanya melihat kenyataan..
dan berjuang dalam hal positif..
yang akhirnya membuahkan hasil..
karena oranglah yang menilai kita seperti apa..
bukan diri kita sendiri...
ingatlah realita dan kendali diri..
hawa nafsu dan rasa malu..
karena orang yang menilai kita..
baik ataupun buruk tergantung dari sikap kita terhadap orang lain..
dendam, iri, dan dengki tak ada gunanya..
karena hati orang tak dapat diubah dengan kebencian..
sikap adalah koreksi terbaik..
sadar diri.!
rendah hati!
sikap sombong sangat dibenci orang lain!
seorang pemimpin besar..
turun dari tahtanya karena rakyat yang menilai..
walaupun sejuta pengorbanan telah ia lakukan sebelumnya..
tapi siapa yang menilai?
walau ia pikir ia yang terhebat..
apalah arti satu pendapat..
bila dibandingkan dengan sejuta pendapat!
*__!